Malam Terakhir
Friday, August 29th, 2008Malam ini malam terakhir.
Kuhabiskan waktu ku berdua saja.
Tak peduli lagi tak ku pikir.
Enggan ku mencaci dan memakinya.
Sejuta malam berakhir dgn surya yang semakin bangga menggusur malam.
Sedangkan malam, smakin terpuruk.
Merasa tak sanggup melawan kuasa alam.
Yang mana melahirkan dia ke dalam dunia yang semakin membusuk.
Kemana lagi aku melangkahkan kaki.
Angin pun berhenti bertiup tanpa hadirnya.
Bunga-bunga layu tanpa angin menghantarkan udara sbg hak hakiki.
Bintang dan bulan terdampar melangu tak berdaya.
Malam bisikkan nada sumbang..
Yang mungkin akan dikenang..
Dia tanggalkan semua..
Dia lupakan semua..
Akhirnya…
Malamku itu pergi lagi..
Bersembunyi dalam pagi..
Lari dari indahnya mimpi..
Tak peduli air mata menetes di pipi..
Tak ada lagi yg tersisa..
Hanya genggaman tanpa asa..
Dan tangisan penuh darah..
Merah.. Apa arti merah?
Luka memar dan merah penuh duka..
Tak berarti apa pun baginya..
Sekarang..
Ku biarkan malam ku pergi..
Tanpa akan kuteriaki ”pengecut”..
Dan akan kubiasakan diriku..
Untuk melewati panasnya pagi, siang dan sore..
Tanpa malam lagi..
Karena malam ini..
Malam terakhir..
Dedicated for ksatria malam ku..
Yang memilih untuk meredupkan kembali cahaya bintang dalam toples pink kristal milikku..