Lil’ Story of the year……
Cry a RiVer Tuesday
[10th April 2007]
200 hari penuh cinta dan airmata…
Apa yang selama ini paling aku takutkan terlaksanalah sudah..
Aku telah memasukkan koinku hari ini, berkali-kali dan hadiah yang aku harapkan itu.. tak akan pernah menghampiri tanganku untuk ku genggam..
Setumpuk Perpisahan itulah yang aku dapat secara acak..
Ya.. Perpisahan..
Seharian ini setelah menghabiskan dengan susah payah sepiring nasi dihadapanku.. dengan tidak mesra..
habislah hari siang menjelang malam itu di dalam mobil merahku..
mengadu argumen kami secara paksa..
menorehkan luka dipergelangan takdir yang nestapa..
meledakkan amarah di rongga dada..
and here we are..
In love each other but can’t have each other..
for many reason..
saling menahan rasa ingin memiliki yang meledak-ledak memekakkan gendang telinga…
layaknya kuis dalam reallity show.. sang penguasa memberikan dua kartu untuk dipilih..
dan satu bonus kartu lainnya untuk melahapku.. untuk menjebakku, menarikku dalam pusaran perasaan terdalam yang tak berhenti-berhenti…
hatiku bimbang…
hatiku ragu..
seluruh hidupku akan kupertaruhkan di meja judi malam ini..
aku harus hati-hati..
aku harus teliti..
tak boleh terjebak dan terlena pada aroma surga yang ditawarkannya..
sampai…
Aku memilih untuk membiarkannya untuk benar-benar "Sendiri"…
banyak alasan dari pilihan ini..
1. Aku tak mampu lagi bertahan dalam hubungan semacam ini…
2. Aku harus sekali lagi membiarkan diriku ikut-ikutan benar-benar "Sendiri"
3. memberinya kesempatan untuk bernafas dari himpitanku selama 2 bulan belakangan ini yang sangat menyiksanya..
4. jalan terbaik untuk kami berdua jalani..
5. aku sayang dia.. jadi aku harus membebaskannya.. karena Cinta adalah membuatnya berteriak "I’m FREE"!!
setelah ku voniskan kata pisah..
tubuhku terasa lunglai sampai ke tanah..
jantungku berhenti berdetak 0,99 detik..
ku hela nafas ku sangat panjang.. menandakan usainya perjuanganku mencoba meraihnya menjadi milikku..
dan memulai perjuanganku tanpa dirinya disisiku.. dan perjuangan mencati jati diriku kembali…
ku peluk dia…
kuterisak dibahunya..
aku benci seperti ini…
lemah dihadapannya…
benci betul menyukai wangi tubuhnya ini… benci setengah mati memeluknya seerat ini…
tangannya melangu di tanganku..
bertaut pasti..
enggan ku melepasnya…
tapi hari ini.. tak bisa ku bilang "Jangan Pergi dariku" karena aku meilih untuk "Aku pergi darimu"
tubuhnya berguncang hebat waktu ku peluk..
isakan itu..
mengiris dasar hatiku..
tangisku meledak di dalam…
seakan inginku teriak "Aku disini untukmu jangan.. jangan seperti ini"..
kata penuh makna pun terucap dari bibirnya itu…
beberapa patah kata..
dan ingin ku simpan itu dalam kotak perhiasan kecil di otakku selamanya…
mata yang semula seperti enggan meneropong ke dua bola mataku..
kini menatapku tajam..
menancapkan pisau tajam tepat sasaran..
tatapan itu membunuhku..
mengantarkanku ke samudera tak berdasar dibawah sana sepertinya.. aku cinta dia selamanya…
Apakah cinta harus berkorban sebesar ini?
haruskah kami terpisah oleh cinta yang seharusnya saling menyatukan kami..
kata selamat tinggal akhirnya tertiupkan juga…
kecupan itu..
satu hal yang akan kurindukan darinya selamanya.. selamanya…
tubuhku ingin meronta darinya, tapi langsung melunglai begitu saja.. pasrah dalam genggaman perasaaan yang menggeliat melihat rona dipipiku yang memerah bukan hanya krn efek blush-on…
rasa ini begitu dalam dan dingin menyentuh kalbuku..
sayang…
semua harus berakhir..
Cintaku hanya sampai disini..
bukan..
bukan cintaku..
tapi harapanku..
karena Cintaku itu kusimpan dengan rapi di sangkar emas termahal diseluruh roman picisan sekalipun…
tinggal harapanku yang kukubur hidup-hidup..
dan kini..
ku melambai pada masa itu…
Perpisahan..
Perpisahan ini adalah Perpisahan tersepi yang pernah kumiliki sepanjang 20 tahun ku merintis hidup ku yang bebal…
for you my December..
I LOVE YOU and I WILL ALWAYS DO TILL THE END OF TIME…
April 16th, 2007 at 5:41 am
Mungkin ini takkan bisa membantu apa2….tapi hanya berharap Ayu tabah n sabar dalam menghadapi semuanya….just wanna tell u, if there’re love and support for u, even it’s just like a star that accompany u in the darkness night….
April 17th, 2008 at 9:15 am
woow… kayanya gila neh waktu nulisnya. emosinya dalem banget jack! seumur-umur aku nulis di koran, tabloid atau magz ga pernah ngerasain emosi segede gini. Mungkin emang background emosinya beda kali ya? tapi kamu hebat gals, bisa ngadepin itu. Seperti yang pernah aku bilang ke kamu, kamu tu HEBAT…